INDONESIA TERHIMPIT AMERIKA-RUSIA DI KTT 2022

“Apa Langkah Terbaik Indonesia sebagai Presidensi G20 2022”
Insan Kamil, Genius 6, Dept.of Public Speaking.

Forum kerja sama 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). yang mana 20 anggotanya ini merupakan forum dalam mencapai dan mencari solusi terkhusus di bidang ekonomi serta pada setiap pertemuannya membahas kebijakan atau regulasi dalam mencapai stabilisasi keuangan internasional dalam anggota G20. Forum ini adalah representatif dari mayoritas populasi bumi,perdagangan global dan PDB Internasional. Forum ini tidak memiliki ketua tetap namun setiap negara bergantian (rolling) menjadi Presidensi dan pada pertemuan tahun ini Indonesia menjadi Presidensi dari KTT G20 di Bali.

Konflik Ukraina-Russia yang memanas sejak 2014 yang pada saat itu muncul revolusi yang menentang supremasi Russia. Presiden Ukraina pada saat itu berhasil di lengserkan dan masa melakukan revolusi yang membuka keinginan bergabungnya ukraina pada NATO. Hal inilah membuat pemimpin Russia Vladimir Putin naik pitam karena pangkalan NATO berdiri di perbatasan Russia-Ukraina. Duta Besar Russia untuk Indonesia mengatakan bahwa Russia tidak pernah berniat menginvasi negara tetangganya Ukraina, namun isu ini dihembuskan berulang oleh Amerika Serikat dan NATO serta aliansinya. Meledaknya emosi Russia di awali pada 24 Februari 2022 dengan dimulainya operasi militer yang membela separatis di timur dan terjadi ledakan di beberapa kota Ukraina salah satunya Kyiv.

Amerika Serikat (US) dan Russia keduanya merupakan negara adidaya yang keduanya juga adalah anggota G20. Ditengah desakan Negara barat untuk tidak mengundang Russia di KTT G20 hal ini akan menjadi akhir dari G20 itu sendiri. Ketika Russia dikeluarkan maka negara anggota lainnya akan membuka suara terkait hal ini, menurut anggota komisi 1 DPR-RI Dave Laksono mengatakan jangan jadikan G20 ini menjadi ajang kontestasi politik dari negara-negara besar. Strategi yang dilakukan Amerika Serikat bukan hanya pada Forum G20 saja namun hampir pada setiap forum internasional lainnya, Amerika menuntut untuk pengeluaran atau suspend Russia di berbagai forum internasional.

Selain melalukan Suspend dan penuntutan pengeluaran Russia di setiap forum internasional. Pada saat pertemuan multilateral Menteri keuangan Amerika Serikat dan 2 Negara lainnya melakukan Walk Out saat Delegasi Rusia berbicara pada pertemuan negara G20 hal ini dinilai sebagai bentuk protes terhadap invasi Russia ke Ukraina. Pakar Hukum Internasional mengatakan Amerika Serikat melakukan hal yang tidak fair atas Indonesia yaitu dengan memaksa Indonesia untuk tidak mengundang Russia. Selain itu Ancaman boikot yang dilakukan oleh Amerika serikat terhadap pengundangan Russia kedalam KTT G20 di November mendatang. Sikap yang dilakukan oleh Amerika serikat dan 2 Negara lainnya Kanada dan Inggris akan menimbulkan Dipolarisasi antara anggota G20 yang mana dipolarisasi ini akan terbagi menjadi 2 Kutub yang berlawanan yaitu Kubu Barat dengan Amerika serikat dan negara lainnya serta Kubu Russia yang mendapatkan dukungan dari Tiongkok. Selain daripada itu jauh sebelum penuntutan dan rentetan Tindakan yang dilakukan Amerika serikat terhadap G20 , secara Diplomatik Amerika serikat banyak memberikan sanksi yang diberikan kepada Russia salah satunya adalah Sanksi keuangan.

Menanggapi hal ini Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia mengatakan bahwa “Isu Ukraina ini untuk tidak diangkat dalam Forum G20 ini karena sebagaimana yang disampaikan Indonesia bahwa forum ini bukanlah untuk membahas politik dan militer namun ini merupakan forum mendiskusikan agenda ekonomi” . Undangan yang telah disampaikan oleh Joko Widodo diterima positif oleh Vladimir Putin dan ia menyetujui untuk datang saat KTT G20 di Bali mendatang. Tidak ada satu negara atau kelompok negara yang memiliki hak untuk mendominasi sambung duta besar rusia dalam sebuah wawancara. Menanggapi hal yang dilakukan amerika untuk dikeluarkan, di suspend dan hukuman lainnya mengingatkan kepada burung unta Ketika ia ketakutan maka dia akan menenggelamkan kepalanya di tanah dan tidak melihat apapun, Ketika Amerika menuntut mengeluarkan Russia dari berbagai forum internasional, Russia akan tetap ada dan bergerak namun posisi nya sekarang sangatlah tidak logis.

Tanggapan negara Anggota G20 atas benturan yang terjadi antara Konflik Russia-Ukraina serta aksi negara barat dan tindakan Indonesia sebagai Presidensi G20 menuai respon positif dan negatif, pemerintah Cina mendukung sikap Indonesia untuk tidak memihak konflik Russia-Ukraina di forum G20, cina setuju dengan pendirian Indonesia yang menegaskan forum G20 adalah forum diskusi ekonomi dan finansial dunia. Pemerintah Australia mengecam apa yang dilakukan Russia terhadap ukraina dan mengancam untuk tidak hadir dalam KTT G20 yang akan dilaksanakan mendatang jika Russia hadir. Lain hal dengan jepang Menteri keuangan Shunichi Suzuki jepang akan hadir Ketika negara barat menyerukan pengusiran Russia di forum G20 dan jepang tidak dalam posisi untuk menanggapi partisipasi masing-masing negara, jepang akan mengambil Langkah yang tepat dalam Kerjasama erat antara G20 dan Indonesia.

Sikap tindak Indonesia atas persoalan Konflik Russia-Ukraina menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia sebagai Presidensi KTT G20 di Bali November 2022 mendatang. Indonesia tetap berpegang teguh atas aturan forum yang akan berfokus pada pertumbuhan ekonomi dunia mengeyampingkan isu politik dan militer di setiap negara. Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia tidak akan membantu kebutuhan persenjataan bagi negara manapun sesuai Konstitusi UUD 1945 untuk menjaga perdamaian dunia ia berpesan betapa pentingnya di akhiri perang, Solusi damai untuk lebih di pentingkan dan Indonesia akan berkontribusi dalam bantuan kemanusiaan baik kepada Ukraina maupun Russia. Indonesia tetap mengundang seluruh Anggota G20 tanpa terkecuali tidak ada yang dikeluarkan demi menjaga stabilitas ekonomi dunia dan hubungan diplomatik negara. Ajang G20 ini adalah katalisator pemulihan ekonomi dunia yang diterpa dua hal besar yakni akibat Pandemi dan perang Ukraina Russia. Indonesia menambahkan ia mengundang presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk hadir dalam KTT G20 mendatang.

Jika Indonesia hanya mendengarkan satu sisi saja dari amerika atau sekutunya ini akan mengancam dari G20 ini sendiri, Sikap dan Tindakan yang dilakukan oleh Indonesia ini adalah Langkah yang tepat yaitu mengundang seluruh keanggotaan G20 di tengah terpaan konflik di negara barat. Keinginan Indonesia adalah seluruh negara itu berkumpul di Bali dan tidak melakukan boikot terhadap working group dan Indonesia mengupayakan suatu perdamaian bagi negara yang berselisih dan apa yang sudah dilakukan Indonesia adalah Langkah yang tepat sebagai Presidensi G20 tahun 2022.


Comments

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari LAWCUS FH UNSRI

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca